Kamis, 18 Oktober 2012

Tersembunyi Sebelum Jumpa

Bismillaah.

Hari itu kuliahku begitu padat, sejak pagi hingga menjelang surya terbenam dalam selimut malam. Begitu lelah  menjalani aktivitas yang cenderung monoton. Kuliah, tugas, ngajar, kuliah, tugas, ngajar, kuliah, tugas, sedikit membantu teman-teman panitia IJT (islamic journalistic training) part 6 2012. Tidak banyak yang ku kerjakan dalam sisa usia ini, tapi yang harus banyak ku lakukan adalah bersyukur dan selalu mengingat akan kebesaran dan keesaan Allah dengan segala nikmat yang tak mampu aku hitungf satu persatu.

IJT? Apa itu?

Mulanya aku pun tak tahu apa itu IJT, tapi setelah aku mencoba masuk dalam keluarga NURANIKU dengan sendirinya aku tau dan mengerti apa itu IJT.. Yaa IJT adalah pelatihan jurnalistik islami, dimana dalam pelatihan itu tidak hanya mendapatkan teori saja, namun juga praktek how to make an interest news and share the fact of  islam with medias.. Tapi jujur saja, meskipun aku terasuk dalam kepanitiaan, aku tidak memberikan kontribusi apa-apa, yang ada hanya menyusahkan bapak penanggung jawab.. Ma'af ya pak guru.. :)

Mengingat aku sudah beberapa bulan berada dalam ketulusan keluarga NURANIKU, tapi siapa yang menyangka bahwa aku hanya mengenal satu, dua orang saja. Heehehe menggelitik memang, maklum aku memang hampir tidak pernah mempunyai kesempatan untuk hadir dalam event-event yang diadakan oleh NURANIKU sendiri. Kadang mulanya aku menjawab "insya Allah bisa ikut kak" tapi kindisi tubuhku yang sering ngedrop membuatku harus membatalkan "janji" itu. Tak jarang orangtuaku lebih membutuhkan bantuanku sehingga aku harus dengan besar hati mengalah dan tidam hadir.. Atau muridku yang rewel sehingga aku harus mengubah strategi belajar dan merubah jadwal belajar.. Yaaah, beginilah keadaanku..

Oiyaa, ada hal yang tak kalah lucu, aku sudah pernah satu atau dua kali berkomunikasi dengan mas'ul NURANIKU dan benar-benar TRAGIS, aku tidak tahu menahu yang mana orangnya, padahal beliau sudah sangat banyak membantuku dalam kegiatan IJT ini, Jazaakallaahu Khairan.. Tidak berusaha mencari tahu juga, toh kalau sudah takdir nanti juga tahu pikirku suatu kali. Benar-benar rasa ketidakpedulianku seringkali merajai psikologisku. Akibatnya, aku jadi orang yang kudet (kurang update) terhadap beberapa hal, termasuk yang satu itu.

Dan nyatalah saat aku mendapat jarkom dari para senior kalau akan diadakan sebuah obrolan tentang media islam, dan yang menjadi pembicaranya adalah mas'ul NURANIKU, aku begitu ternganga. Bukan mulut yang menganga ya, tapi aku kaget. Kaget karena teman-teman bertanya "mas'ul nuraniku yg mana sih mi, dy kan pembicara obsesi pekan ini", dengan polosnya aku menjawab "ga tauu, aku belum pernah lihat kaya apa wujudnya". Sontak komentar candaan yang agak menkritikku terlontar dari temanku. Dan aku hanya dapat senyum dibalik cadar yang aku kenakan, ya senyum malu karena tidak ma'rifat pada mas'ul sendiri..

Setelah dpt teguran-teguran dari teman.. Aku mendapat kesempatan untuk mengikuti obrolan tentang media, yaah.. Beginilah, karena harus mondar-mandir, jadi tidak begitu konsentrasi menymak kajian yang disampaikan.. Tapi hikmahnya, aku jadi tahu wujud mas'ul Nuraniku.. Dan Alhamdulillaahnya, beliau mau direpotkan lagi dengan membantu ku menyelesaikan tugas-tugas IJT.. "afwan wa Jazaakallaahu khairon kak Ahmad..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar