Sabtu, 29 September 2012

.::|| Beginilah Seharusnya Menjadi Wanita! || ::.

Beginilah seharusnya menjadi wanita...

Yang dengan ikhlas dan rela menanggalkan dunia serta segala kenikmatannya, kecuali hanya seperlunya saja untuk bisa membangkitkan badan demi tetap mengabdi kepada Allah.

Beginilah seharusnya menjadi wanita! Yang dengan sadar menjauhkan diri dari kemewahan dan memilih berkarib dengan kezuhudan. Dia melakukan perdagangan yang menguntungkan untuk sebuah surga, dengan menjual kehidupan dan waktu santainya untuk menuju kehidupan berjuang dan jihad. Dia lebih memilih ridho kepada Alloh dari pada suara sanjungan manusia. Dia lebih memilih untuk taat para aturan Allah yang banyak ditinggalkan manusia. Hatinya selalu condong pada ridho Allah dan pikirannya terfokus untuk mengingat firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala:

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu. Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar" (QS. Al Ahzab : 28-29).

Sungguh… dia memang lembut namun tangguh dalam menemani hidup sang mujahid. Dialah sang penguat hati, ketika berbagai hal manusiawi datang melemahkan iman sang suami. Dia yang membantu suami agar senantiasa merasa damai, seperti Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, yang merasa takut sembari berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!", namun dengan tenangnya Siti Khadijah yang berada disisi beliau berkata: "Demi Alloh! Selamanya Alloh tidak akan menghinakan engkau, karena engkau selalu menyambung tali silaturrohim, menanggung beban orang lain, dan membantu orang yang semestinya mendapatkan haknya".

Beginilah seharusnya menjadi wanita! Adalah dia yang begitu sabar atas rongrongan diri dan nafsu orang- orang tak berilmu disekitarnya. Dan dialah yang tetap memilih untuk berkuat hati terhadap musibah dan kesulitan yang menimpanya. Dialah yang tetap tabah walaupun jarak memisahkan dirinya dengan orang kesayangannya, karena iman seakan mengabarkan kepadanya bahwa surga itu memang mahal dan akan menjadi miliknya justru saat kesulitan itu datang.

Beginilah seharusnya seorang wanita! Mereka yang rela mencintai saudara- saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri. Dia yang menyingsingkan lengan bajunya di dalam membantu para manusia yang teraniaya, walaupun sampai menghabiskan seluruh waktu dan harinya.

Beginilah seharusnya seorang wanita! yang mencontoh para shohabiyat rodhiyallohu 'anha ketika membantu para mujahidin di medan perang. Mereka bahkan rela mengorbankan apapun yang mereka punya demi kejayaan Islam di bumi ini. Dia juga melawan kemalasan diri demi menegakkan sholat di sepertiga terakhir, dan memanjatkan doa untuk saudara- saudara mereka sesama muslim.

♥ Kuatkanlah batin para peneduh jiwa mujahidin ini.
♥ Lapangkanlah hati dan pikiran para penebar kedamaian para pejuang agamamu ini
♥ Berilah pertolongan kepada orang-orang yang menolong mereka, dan hinakanlah orang-orang yang menghinakan mereka.
♥ Selamatkanlah mereka dari para musuh- musuh yang akan mengoyak kehormatan para wanita mulia ini.
♥ Hadiahkanlah surga atas semua pengorbanan mereka yang ikhlas terhampar hanya karenaMu.

Amiiin…
 
Sumber: http://www.facebook.com/pages/-Mutiaraku-Motivasiku
 

.::|| BUKTI PACAR ITU GA SAYANG KAMU ||::.

♥ ia ajak dirimu berpergian, jalan-jalan, dan pulangkan dirimu pada waktu malam sangat larut.

♥ ia biarkan dirimu berdandan dgn mengenakan hotpants/rok mini/tanktop. Jadi konsumsi banyak mata.

♥ ia habiskan waktu bersamamu hingga abaikan waktu ibadah. Semua shalat bablas demi berduaan.

♥ ia sentuh2 dirimu dgn leluasa, mulai dari pegang tangan lalu mulai yg lainnya dgn balutan "bukti cinta".

♥ ia jadikan larangan ayah-ibumu sbg bahan obrolan lucu-lucuan utk diperolok dgn label 'kolot'.

♥ ia lebih sibuk mengkhawatirkanmu daripada membenahi dirinya utk menjadi pribadi yg lebih dekat pada-Nya.

♥ ia utamakan meneleponmu dan lanjutkan penyaluran rasa rindu drpd segerakan tunaikan shalat usai adzan memanggil.

♥ ia lebih rajin belai rambutmu dan puji keindahannya daripada arahkan dirimu utk sempurnakan diri dgn berhijab.

♥ pembicaraannya mengenai masa depan yg indah berbanding terbalik dgn perilaku, ucap, dan upayanya saat ini.

Sulit ya cari pacar begitu ☹ ◄― yaiya kalau yg dcarinya pacar. Yg namanya pacar ya begitu, kalau mau lihat tanggung jawab, suami namanya :))


Hati-hati dengan kata2 provokasi "Dia sayang kamu kalau dia relakan semua waktunya untukmu" NO, dear NO!! :)


Bukti kuat lelaki sayang kamu adlh justru ia tak berani sentuh dirimu, ia sibuk pantaskan diri jd imam yg baik, ucapnya sejalan dgn upaya :)


Bukti kuat lelaki syg kamu jg ia justru tak beranikan diri memintamu utk dipacari melainkan ia siapkan diri utk mnjadikanmu halal baginya :)

"Wanita-wanita yg keji utk laki-laki yg keji. Wanita-wanita yg baik utk laki-laki yg baik. (Begitu pula sebaliknya)" QS. An-Nuur:26

Apabila benar kita berharga, jagalah diri. Jangan diobral dgn melemahkan hati saat rayu dan puji terlontari. Tipu daya kelak pasti disesali.

Sibuklah meng-upgrade diri, memantaskan demi jadi sebaik2nya pribadi, agar kelak lelaki shalih pantas mendampingi. Gak logis? Saya bantu :) --------->>>>

Mau didampingi yg terpelajar? Jadikan dirimu terpelajar lebih dahulu, krn saat lingkungan dikelilingi yg terpelajar, mungkin dipertemukan :)

Mau didampingi yg baik hati? Jadikan dirimu berhati baik lebih dahulu, krn apabila sama2 bermagnet, akan ada 'tarik-menarik' :)
pewski 29 days ago

Mau didampingi yg mapan? Mapankan dirimu lebih dahulu, krn berada di lingkungan yg sama akan lbh mudah utk saling menemukan :)

Skrg cek kriteriamu. Mau didampingi yg spt apa? Lalu jgn langsung MENCARI yg demikian, tp BEBENAH DIRI agar jd demikian terlebih dahulu ;)

Hoo.. mau didampingi yg shalih agar selamat dunia-akhirat? Ya silakan bebenah diri jadi shalih. Allah tak akan ingkar janji. Believe it :)

Jelas ya.. bukan sekedar janji Allah utk berikan yg setara, semuanya masuk logika. Itulah maksud "Manusia bs menentukan masa depannya" :)
pewski 29 days ago

Sekali lagi.. hati2 dgn akun provokasi "Kalau sayang, segera ungkapkan!" Eits, mencintai dalam diam utk bebenah diri dulu itu lebih baik :)

Yg lelaki berpandailah tingkatkan kapasitas diri, sebab tanggung jawab kelak besar sekali, jadilah contoh mulia bagi anak dan istri :)

Be Smart Muslimah..
Sumber:  http://www.facebook.com/pages/-Mutiaraku-Motivasiku

.:: || Masih pacaran ?| kenapa ga putus aja :D || ::.

1. remaja, masa dimana bermekaran semua | tidak hanya cita ataupun rasa, tapi juga mulai dihampiri cinta

2. awalnya dekat itu biasa, namun kala remaja berubah jadi getar asmara | segala terasa indah, setiap hari jadi berwarna

3. salahkah cinta sebabkan rasa pada manusia? | tidak pernah sayang, tidak pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa

4. Allah turunkan cinta bagi manusia sebagai tanda | bahwa kita bisa berkeluarga, mampu lanjutkan keturunan dalam satu bahtera asa

5. maka tak ada yang salah dengan cinta | masalahnya adalah bagaimana kita menyalurkan cinta dlm bentuk pergaulan, khususnya remaja

6. Islam mengatur agar tak salah jalan | arahkan manusia yg telah memiliki cinta untuk dikukuhkan dalam ikatan pernikahan

7. pernikahan membuat segala bentuk cinta menjadi halal berpahala dan penuh kenikmatan | sebagai hadiah Allah buat insan

8. namun sebelum pernikahan, semua bentuk cinta dihijab larangan | karena Allah tau yg terbaik bagi manusia yg Dia ciptakan

9. lalu bagaimana dengan remaja? | apakah yg harus dilakukan dengan cinta yang belum seharusnya? karena terhalang sekolah dan cita-cita?

10. bagi mereka Islam perintahkan berpuasa | jauhkan diri dari rangsangan fisik semacam memandang, mendekat atau berkhalwat ria

11. Rasul bersabda, "berdua-duaan dengan wanita tanpa disertai oleh mahram si wanita, yg ketiganya adalah setan” (HR Bukhari dan Muslim)

12. dari sini kita dapatkan hukum berpacaran | bahwa ia adalah interaksi yg dilarang dalam Islam secara mutlak

13. tapi anak muda memang selalu biasa cari alasan | lupa bawa pembenaran itu beda tipis dengan kebenaran

14. pacaran itu penambah semangat belajar | "oh, teori, yg terjadi kebanyakan sebaliknya kawan, lagipula bukankah harusnya lillahi ta'ala?"

15. pacaran itu sebuah nada cinta, bukankah Allah Maha Cinta? | "betul, makanya Allah perintahkan nikah, bukan pacaran"

16. pacaran itu penjajakan pra-nikah | "itulah lelaki yg miskin tanggung jawab, 'penjajakan' dahulu, bukan komitmen akad nikah dahulu"

17. pacaran supaya tak beli kucing dalam karung | "banyak yg pacaran lama nikah sejenak saja, tak perlu pacaran Insya Allah langgeng"

18. pacaran itu bikin hidup lebih hidup | "iyakah? bukankah dominasi penggalau yg tewas bunuh diri karena berpacaran?"

19. pacaran itu bukan apa-apa kok, kita have some fun aja | "nah akhirnya, inilah perkataan paling jujur tentang pacaran"

20. saya pacaran untuk ajarkan Islam pada pacar | "Islamnya belum tentu sampai, maksiatnya sudah pasti, niat baik harus dikawani cara baik"

21. saya nggak lakukan apapun, tak pegangan tangan, tiada interaksi fisik | "sekalian sempurnakan tak usah pacaran lebih ok"

22. kaum lelaki, coba pikirkan, bila anda benar sayang padanya, tentu tak ingin kulitnya disentuh api neraka dengan maksiat pacaran bukan?

23. kaum lelaki, coba pikirkan, andaikan anda benar sayang padanya, tentu tak akan korbankan masa depannya dengan maksiat pacaran bukan?

24. kaum wanita, coba pikirkan, andaikan telah berani maksiat bahkan sebelum menikah, apa yang menjamin taatnya setelah menikah?

25. kaum wanita, coba pikirkan, tidak inginkah anda menjadi yang pertama bagi suami nantinya? pertama disentuh tangannya, hatinya?

Menikahlah, jika memang belum mampu maka berpuasalah ♥
 
Sumber: http://www.facebook.com/pages/-Mutiaraku-Motivasiku
 

.:: || Beginilah seharusnya ketika MenyukaiSeseorang || ::.

♥ Menyukai seseorang adalah hak siapapun. Tapi menghargai yg disukai dgn mengizinkannya bebenah diri adalah pilihan wajib :)

♥ MenyukaiSeseorang tidak memberimu alasan apapun untuk merusak dirinya, walaupun hanya sekedar sentuh-sentuh :)

♥ MenyukaiSeseorang tidak membuatmu leluasa untuk mengobral kata cinta tanpa makna yg penting dia suka :)

♥ MenyukaiSeseorang seharusnya tdk membuatmu menahan nasihat2 baik dengan alasan "demi menjaga perasaan". Sampaikan kalau memang baik :)

♥ MenyukaiSeseorang bukan berarti menghabiskan seluruh waktumu untuk membahagiakannya, tp mensinergikan diri dgn pemiliknya, yaitu ---> Allah :)

♥ MenyukaiSeseorang seharusnya tak buatmu hiasi area sosial media dengan kalimat-kalimat galau yg mengganggu :)

♥ MenyukaiSeseorang bukan berarti menggantungkan seluruh harapan hidupmu padanya. Pantas saja begitu ia pergi, runtuhlah hidupmu :)

♥ MenyukaiSeseorang memberimu ruang utk berkaca dan bertanya pantaskah? Kemudian memantaskan diri. Bukan sibuk membangun 'topeng' :)

♥ MenyukaiSeseorang harusnya memberimu semangat. Semangat utk lebih dekat dengan-Nya, sebab yg kau sukai adlh jg milik-Nya :)

♥ MenyukaiSeseorang itu salah jika malah membuatmu merubah diri menjadi seperti yg dia mau. Jangan gadaikan jati dirimu :)

♥ MenyukaiSeseorang harus segera disudahi bila justru tak bawa dirimu dalam perbaikan kualitas diri, melainkan rajin dilanda sedih hati :)

♥ MenyukaiSeseorang harusnya tidak buatmu berlomba dgn yg lain untuk mendapatkannya, tapi berlomba dgn dirimu yg lama :)

♥ MenyukaiSeseorang adlh dosa jika justru buatmu lupa pada kedua orangtua. Lbh bangga menemani yg disuka, daripada mengabdi dan berbakti :)

Sobat Mutiara.. Berhati-hatilah dalam ♥ MenyukaiSeseorang .. perhatikan grafik hidupmu.. meningkatkah atau justru menurun tajam? :)

Terakhir.. ♥ MenyukaiSeseorang adlh ibadah jika justru buatmu beranikan diri melangkah dlm satu-satunya jenis hubungan halal, pernikahan :)

Harapan besar setiap Nasehat yg meluncur adlh utk jadi bahan introspeksi diri bersama, bukan untuk mencari puja puji nilai diri :)
 
Sumber:  http://www.facebook.com/pages/-Mutiaraku-Motivasiku
 

.:: || Surat dari Ibu dan Ayah yg telah Renta || ::.

.Anakku…
ketika aku semakin tua,

aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku.

Jika suatu ketika aku memecahkan piring,
atau menumpahkan sup diatas meja karena penglihatanku berkurang,
aku harap kamu tidak memarahiku,
karena aku selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.

Ketika pendengaranku semakin memburuk,
dan aku tidak bisa mendengar apa ayang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggilku “Tuli!”
mohon dengan sabar ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya untukku.

Maaf, anakku… aku semakin tua.
Ketika lututku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun,
seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan

aku mohon, jangan bosan denganku.
Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan,
seperti kaset rusak,
aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku.
Sebab apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil,
dan kamu ingin sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang,
sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Maafkan juga bauku…
tercium seperti orang yang sudah tua.
aku mohon jangan memaksaku untuk mandi,
sebab tubuhku lemah..
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin,
aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu.
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
aku selalu mengejar-ngejar kamu… karena kamu tidak ingin mandi.
Aku harap kamu bisa bersabar denganku,
ketika aku selalu rewel.

Ini semua bagian dari menjadi tua,
kamu akan mengerti ketika kamu tua.
Dan jika kamu memiliki waktu luang,
aku harap kita bisa berbicara,
walau hanya untuk beberapa menit.
Aku selalu sendiri sepanjang waktu,
dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara.
Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan.
Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku,
aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu,
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu.

Ketika saatnya tiba…
dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku.
Maaf kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan.
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku,
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku,
aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama.
Ketika waktu kematianku datang,
aku harap kamu memegang tanganku,
dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian.

Semoga Allaah selalu memberikan berkah padamu
karena kamu mencintai, ibu dan ayahmu…
Terima kasih atas segala perhatianmu, nak…
kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah



With L ♥ V E
Ibu & Ayah

Hukum Mengucapkan "waiyyakum"

Assalamu'alaykum Warahmatullaah Wabaraakatuh…

Bismillahirrohmanirrohim…

Teringat Beberapa waktu yang lalu pernah ditegur sahabat kecil ku, Setelah memperoleh jawaban tentang pertanyaan – pertanyaannya, dia pun mengucapkan “Jazakillah Khai

r mba…” kemudian Aku membalasnya hanya dengan mengucapkan “amin” dan dia bertanya seakan akan tidak puas dengan jawaban ku ” kenapa mba gak doakan aku juga?, kenapa gk jawab “waiyyaki” ?” waktu itu aku cuma tersenyum dan menjawab, “sama aza kan???…” tp dalam hati ku berkata “Insya Allah mba ingin membagi masalah ini dengan mu..” *senyum*

Banyak orang yang sering mengucapkan “waiyyak (dan kepadamu juga)” atau “waiyyakum (dan kepada kalian juga)” ketika telah dido’akan atau mendapat kebaikan dari seseorang. Apakah ada sunnahnya mengucapkan seperti ini? Lalu bagaimanakah ucapan yang sebenarnya ketika seseorang telah mendapat kebaikan dari orang lain misalnya ucapan “jazakallah khair atau barakalahu fiikum”?

Berikut fatwa Ulama yang berkaitan dengan ucapan tersebut:

Asy Syaikh Muhammad ‘Umar Baazmool, pengajar di Universitas Ummul Quraa Mekah, ditanya: Beberapa orang sering mengatakan “Amiin, waiyyaak” (yang artinya “Amiin, dan kepadamu juga”) setelah seseorang mengucapkan “Jazakallahu khairan” (yang berarti “semoga ALLAH membalas kebaikanmu”). Apakah merupakan suatu keharusan untuk membalas dengan perkataan ini setiap saat?

Beliau menjawab:
Ada banyak riwayat dari sahabat dan dari Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, dan ada riwayat yang menjelaskan tindakan ulama. Dalam riwayat mereka yang mengatakan “Jazakalahu khairan,” tidak ada yang menyebutkan bahwa mereka secara khusus membalas dengan perkataan “wa iyyaakum.”

Karena ini, mereka yang berpegang pada perkataan “wa iyyaakum,” setelah doa apapun, dan tidak berkata “Jazakallahu khairan,” mereka telah jatuh ke dalam suatu yang baru yang telah ditambahkan (untuk agama).

Al-Allamah Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah Ta’ala ditanya: apakah ada dalil bahwa ketika membalasnya dengan mengucapkan “wa iyyakum” (dan kepadamu juga)?

Beliau menjawab:
“tidak ada dalilnya, sepantasnya dia juga mengatakan “jazakallahu khair” (semoga Allah membalasmu kebaikan pula), yaitu dido’akan sebagaimana dia berdo’a, meskipun perkataan seperti “wa iyyakum” sebagai athaf (mengikuti) ucapan “jazaakum”, yaitu ucapan “wa iyyakum” bermakna “sebagaimana kami mendapat kebaikan, juga kalian” ,namun jika dia mengatakan “jazakalallahu khair” dan menyebut do’a tersebut secara nash, tidak diragukan lagi bahwa hal ini lebih utama dan lebih afdhal.”

Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi ditanya: Apa hukumnya mengucapkan, “Syukran (terimakasih)” bagi seseorang yang telah berbuat baik kepada kita?

Beliau menjawab:
Yang melakukan hal tersebut sudah meninggalkan perkara yang lebih utama, yaitu mengatakan, “Jazaakallahu khairan (semoga ALLAH membalas kebaikanmu.” Dan pada Allah-lah terdapat kemenangan.

Menjawab dengan “Wafiika barakallah”.
Apabila ada seseorang yang telah mengucapkan do’a “Barakallahu fiikum atau Barakallahu fiika” kepada kita, maka kita menjawabnya: “Wafiika barakallah” (Semoga Allah juga melimpahkan berkah kepadamu) (lihat Ibnu Sunni hal. 138, no. 278, lihat Al-Waabilush Shayyib Ibnil Qayyim, hal. 304. Tahqiq Muhammad Uyun)

Menjawab dengan “jazakallahu khair”.
Ada satu hadits yang menjelaskan sunnahnya mengucapkan “jazakallahu khairan”, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khair (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Ada beberapa ketentuan dalam mengucapkan jazakallah:
- jazakallahu khairan (engkau, lelaki)
- jazakillahu khairan (engkau, perempuan)
- jazakumullahu khairan (kamu sekalian)
- jazahumullahu khairan (mereka)

Fatwa ulama seputar ucapan “jazakallah”:

Al-Allamah Asy Syaikh Abdul Muhsin hafizhahullah ditanya:
sebagian ikhwan ada yang menambah pada ucapannya dengan mengatakan “jazakallah khaeran wa zawwajaka bikran” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan dan menikahkanmu dengan seorang perawan), dan yang semisalnya. Bukankah tambahan ini merupakan penambahan dari sabda Rasul shallallahu alaihi wasallam, dimana beliau mengatakan “sungguh dia telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.?

Beliau menjawab:
Tidak perlu (penambahan) doa seperti ini, sebab boleh jadi (orang yang didoakan) tidak menginginkan do’a yang disebut ini. Boleh jadi orang yang dido’akan dengan do’a ini tidak menghendakinya. Seseorang mendoakan kebaikan, dan setiap kebaikan sudah mencakup dalam keumuman doa ini. Namun jika seseorang menyebutkan do’a ini, bukan berarti bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk menambah dari do’a tersebut. Namun beliau hanya mengabarkan bahwa ucapan ini telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya. Namun seandainya jia dia mendoakan dan berkata: “jazakallahu khaer wabarakallahu fiik wa ‘awwadhaka khaeran” (semoga Allah membalas kebaikanmu dan senantiasa memberkahimu dan menggantimu dengan kebaikan pula” maka hal ini tidak mengapa. Sebab Rasul Shallallahu alaihi wasallam tidak melarang adanya tambahan do’a. Namun tambahan do’a yang mungkin saja tidak pada tempatnya, boleh jadi yang dido’akan dengan do’a tersebut tidak menghendaki apa yang disebut dalam do’a itu.

Al-Allamah Asy Syaikh Abdul Muhsin hafizhahullah ditanya:
Ada sebagian orang berkata: ada sebagian pula yang menambah tatkala berdo’a dengan mengatakan : jazaakallahu alfa khaer” (semoga Allah membalasmu dengan seribu kebaikan” ?

Beliau -hafidzahullah- menjawab:
“Demi Allah, kebaikan itu tidak ada batasnya, sedangkan kata seribu itu terbatas, sementara kebaikan tidak ada batasnya. Ini seperti ungkapan sebagian orang “beribu-ribu terima kasih”, seperti ungkapan mereka ini. Namun ungkapan yang disebutkan dalam hadits ini bersifat umum.” (transkrip dari kaset: durus syarah sunan At-Tirmidzi,oleh Al-Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahullah, kitab Al-Birr wa Ash-Shilah, nomor hadits: 222)

Kesimpulan:
Ucapan “Waiyyak” secara harfiah artinya “dan kepadamu juga”. Ini adalah bentuk do’a `yang walaupun ulama kita tidak menemukan itu sebagai sunnah. Dalam kasus manapun, namun tidak ada ulama yang melarang berdo’a dengan selain ucapan “Jazakumullah khairan” dengan syarat tidak boleh menganggapnya merupakan bagian dari sunnah. Namun untuk lebih afdholnya kita ucapkan “jazakallah khair”, inilah sunnahnya.

Ada satu kaidah ushul fiqih yang dengan ini mudah-mudahan kita bisa terhindar dari bid’ah dan kesalahan-kesalahan dalam beramal atau beribadah.

Al-Imam Al-Bukhari (dalam kitab Al-Ilmu) beliau berkata, “Ilmu itu sebelum berkata dan beramal”. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad: 19).

Dari ayat yang mulia ini, Allah ta’ala memulai dengan ilmu sebelum seseorang mengucapkan syahadat, padahal syahadat adalah perkara pertama yang dilakukan seorang muslim ketika ia ingin menjadi seorang muslim, akan tetapi Allah mendahului syahadat tersebut dengan ilmu, hendaknya kita berilmu dahulu sebelum mengucapkan syahadat, kalau pada kalimat syahadat saja Allah berfirman seperti ini maka bagaimana dengan amalan lainnya? Tentunya lebih pantas lagi kita berilmu baru kemudian mengamalkannya. Kita tidak boleh asal ikut-ikutan orang lain tanpa dasar ilmu, seseorang sebelum berbuat sesuatu harus mengetahui dengan benar dalil-dalilnya.


Semoga bermanfaat, Wallahu ta’ala a’lam bissowab.

sumber: http://www.facebook.com/pages/-Mutiaraku-Motivasiku

aku HARUS bisa


Bismilaah..
Setelah semalam aku bergulat mengotak atik blog ini, akhirnya aku berhasil juga mendesignnya, meskipun belum sempurna seperti yang aku inginkan, tapi setidaknya aku sudah sedikit tahu dari pada tidak tahu apa-apa..
Berawa dari ketidak berdayaan dan rasa putus asa akan gagalnya aku mendesign blogku sendiri, aku kembali membaca dan membaca tutorial mendesign web yang ku dapat dari om google. Pelan-pelan aku kunyah kata demi kata, lalu aku telan sedikit demi sedikit, dan ku cerna segala yang telah masuk dalam processor otakku. Namun nahas, sepertinya aku memang tidak berbakat...
Ralat, bukan tidak berbakat, tapi lekas putus asa. Hehehe, bagaimana tidak? Setelah ku coba-coba tapi hasilnya pun jadi amburadul. Dan dengan memberanikan diri aku bekata “AKU PASTI BISA, MENGEDIT DAN MENDESIGN BLOG INI, HARUS BISA!” yaah, meskipun aku tahu, akan sulit bila aku tidak benar-benar mendapat tutor yang menuntunku  secara nyata dan”hidup” hehehe.
Wal hasil setelah ku berkelana di dunia maya, kutemukan sebuah blog yang namanya tak asing bagi diriku. Apa itu? Ternyata itu adalah blog tetanggaku yang tak lain adalah saudara jauh dari ayah. Tiba-tiba otakku menyala seperti lampu panggun seribu watt (ghuluw). Tanpa pikir panjang ku mengambil tas notebook ku, ku kantongi stick modemku, lalu ku pamit pada ayah ingin main kerumah saudara jauhku itu.
Sesampainya disana, aku mengusik saudaraku yang sedang asik menonton pertandingan sepak bola Arsenal Vs Chelsea. Seperti telah tahu maksud kedatanganku, saudaraku langsung datang dan bertanya “ada apa mbak?”, akupun menjawab tanpa basa-basi “ajarin mba ngedesign blog dong”. Dan tanpa pikir panjang ia pun segera beranjak dan mengajakku keruang komputer. Cukup memakan watu lama, hampir enam puluh menit aku melihat saudaraku mendesign blog milikku. Aku diam saja, mau bagaimana lagi? Aku minta diajari, tapi dia terlalu cepat berpindah dari tab yang satu ke tab yang lain. Ya sudah lah, enak juga kok Cuma lihatin orang bekerja dan terima hsilnya, hehhe.
Dan akhirnya jadilah design blog yang baru, dengan hasil menu header dan beberapa category yang ku buat untuk mengelompokkan hasil tulisan-tulisanku. Dann.... semangat menulis kawan!

Kamis, 27 September 2012

Aku Adalah Aku

Bismillaah..

Sudah lama aku tidak menengok blog ini, ternyata kau masih terus hidup ya, meski tampak usang dan dipenuhi sarang laba-laba di pojokkan layar... hehehe

Senja yang menyendirikan aku
Hemm.. sebelum ku tulis ini, aku membaca kembali tulisan-tulisan sebelum ini. Aku membaca hal yang seharusnya tak aku tulis.. Namun, entahlah mengapa aku enggan menghapusnya.. Aku pikir, menghapus hasil tulisan yang lebih banyak cerita hati ini sama saja menghapus jejak yang telah lalu, dan itu sama dengan menghapus sejarah hidupku. Aaah tidak lah, aku menyukai sejarah, aku selalu menyukai masalalu untuk aku pelajari dihari ini, esok dan seterusnya..

Aku, sempat terfikir untuk menghapus jejak diri, namun untuk apa? Untuk menghapus siapa diriku sebenarnya? Bukan solusi setelah ku pikir. Aku sudah mengalami gejolak dan pertentangan bathin yang luar binasa, dan membinasakan kepribadianku sendiri. Bagaimana tidak, kehidupanku yang tadinya penuh dengan warna dan cerita bahagia hilang satu persatu, sirna lembar demi lembar, dan kelam menyapa hari demi hari.

Tidak! aku tidak ingin itu terjadi, tapi mau bagaimana lagi? Warna dan Keceriaan itu memang hanya sandiwaraku saja. Peran yang aku mainkan agar aku memiliki banyak teman dan sahabat, yang nyatanya tidak ada yang benar-benar tulus berteman denganku. Sudahlah,,, memang aku seharusnya tak menjadi orang lain hanya untuk mendapat simpati teman-teman... Aku adalah aku, dan bila memang mereka peduli padaku, tak perlu ku merubah pribadiku menjadi periang dan si banyak bicara. Cukup ku tunjukkan prestasiku, ku tunjukkan siapa diriku sebenarnya toh mereka akan mendekat dengan sendirinya.

Namun menjadi diri sendiri itu naif sekali menurutku, pribadiku adalah hasil penyerapan berbagai pribadi orang-orang yang aku lihat, aku dengar dan aku baca. Sedikit yang ku ketahui, meskipun seseorang menyerap kepribadian orang lain, sesungguhnya ia masih memiliki pribadinya yang sesungguhnya. Tinggal bagaimana dia menemukan pribadinya yang sebenranya dan mengembangkan menjadi pribadi yang baik.

Sekali lagi kukatakan bahwa Aku adalah aku, aku tidak akan kembali menjadi orang lain, aku akan berusaha menjadi diri sendiri dan tidak akan mengapus jejak-jejakku dimasa silam. Yaa semoga saja, Wallahua'lam.