Sabtu, 28 Mei 2011
Allah, ku sayang mereka :')
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Dengan menyebut namamu, tuhan yang maha pemurah dan penyayang..
Ya Allah ya illahi rabbi,
tak tega hati lihat ibuku keletijhan,
tak kuat hati melihat ayahku yang se,akin beruban,
dan tak sanggup lagi menghadapi pertengkaran dengan adikku..
Ya rabbi, aku sangaat menghormati ayahku, aku sangat mencintai ibuku dan aku sangat menyayangi adikku..
Tapi kenapa ya Rabb??
Kenapa aku tak sanggup mengatakan, mengungkapkan dan menunjukkan rasa hormat, rasa cinta dan rasa sayng itu pada ayah, ibu dan adik2ku?? Kenapa ya Allah??!!!
Syndrome itu kembali hadior, bayangan itu kembali menghantui, gambaran itu kembali menakutiku, membuatku benci..
Sungguh ya Allah, aku benar2 sayang, cinta dan hormat pada mereka, tapi aku juga tak dapat menunjukkannya baik dengan laku apalagi kata..
Aku seperti batu ya rabb, aku swperti batu bata, yang keras, ingin menjadi penopang, pelindung bagi mereka, namun aku tak mapu untuk bergerak, aku hanya bisa diam dan keras diri.
Ya Rabb, tak ada yang tahu, betapa sangat sangat dan suuaaanguuaaattt sayangnya aku pada mereka, tapi aku hanyalah aku..
Aku tak dapat mengungkapkannya..ya Allah, aku tahu, ayah marah dan kecewa, ibu sedih dan terluka dan adik2ku, merka haus akan panutan..
Aku ingin berubah menjadi pribadi yang baik, semua itu butuh proses ya Allah, tapi mengapa mereka selalu mengkait2kan aku dengan ilmu, dengan agama juga dengan semua yang melekat padaku??
Tak bisakah mereka mengerti aku, padahal aku sudah berusaha menjadi apa yg mreka mau, tapi semua yang aku kerjakan masih bagaikan angin lalu yang tak berbekas..
Ya Allah, ampunillah dosa2 hamba pada siapapun, kapanpun dan dimanapun. Aku tak ingin menjadi penghuni nerakamu ya Rabb. Terimalah doa dan taubat hamba, dan berilah hamba kesabaran juga kelapangan hati dalam menerima semua perlakuan dalam proses perubahan hamba.. Aamin.
Bad girl
Amy
Dengan menyebut namamu, tuhan yang maha pemurah dan penyayang..
Ya Allah ya illahi rabbi,
tak tega hati lihat ibuku keletijhan,
tak kuat hati melihat ayahku yang se,akin beruban,
dan tak sanggup lagi menghadapi pertengkaran dengan adikku..
Ya rabbi, aku sangaat menghormati ayahku, aku sangat mencintai ibuku dan aku sangat menyayangi adikku..
Tapi kenapa ya Rabb??
Kenapa aku tak sanggup mengatakan, mengungkapkan dan menunjukkan rasa hormat, rasa cinta dan rasa sayng itu pada ayah, ibu dan adik2ku?? Kenapa ya Allah??!!!
Syndrome itu kembali hadior, bayangan itu kembali menghantui, gambaran itu kembali menakutiku, membuatku benci..
Sungguh ya Allah, aku benar2 sayang, cinta dan hormat pada mereka, tapi aku juga tak dapat menunjukkannya baik dengan laku apalagi kata..
Aku seperti batu ya rabb, aku swperti batu bata, yang keras, ingin menjadi penopang, pelindung bagi mereka, namun aku tak mapu untuk bergerak, aku hanya bisa diam dan keras diri.
Ya Rabb, tak ada yang tahu, betapa sangat sangat dan suuaaanguuaaattt sayangnya aku pada mereka, tapi aku hanyalah aku..
Aku tak dapat mengungkapkannya..ya Allah, aku tahu, ayah marah dan kecewa, ibu sedih dan terluka dan adik2ku, merka haus akan panutan..
Aku ingin berubah menjadi pribadi yang baik, semua itu butuh proses ya Allah, tapi mengapa mereka selalu mengkait2kan aku dengan ilmu, dengan agama juga dengan semua yang melekat padaku??
Tak bisakah mereka mengerti aku, padahal aku sudah berusaha menjadi apa yg mreka mau, tapi semua yang aku kerjakan masih bagaikan angin lalu yang tak berbekas..
Ya Allah, ampunillah dosa2 hamba pada siapapun, kapanpun dan dimanapun. Aku tak ingin menjadi penghuni nerakamu ya Rabb. Terimalah doa dan taubat hamba, dan berilah hamba kesabaran juga kelapangan hati dalam menerima semua perlakuan dalam proses perubahan hamba.. Aamin.
Bad girl
Amy
Minggu, 22 Mei 2011
mau takmau semua akan menjadi mau
Hidup adalah masalah, dan masalah adalah bagian dari pada kehidupan..
setiap hembusan nafas merupakan awal atau bahkan bentuk masalah yang telah adauntuk semua yang bernyawa, namun bagaimana masalah itu, sebenarnya tergantung siapa yang memiliki masalah, siapa yang menghadapi masalah,dan bagaimana yang bernyawa iu memandang suatu masalah. Bila maalahdipandang dari cara pandang beban, maka Masalah akan sangat berat dihadapi sejak awal sehingga lebih sulit, jangankan di selesaikan,dihadapi saja sudah pusing. Namun bila masalah dipandang dari sudut pandang ilmu,maka tak akan ada rasa sesal, sedih dan terbebani setiap mengadapi masalah. Setiap yang bernyawa akan berpikiran Positif thinking, mereka akan melihat bahwa didunia ini adalah ladang untuk belajar, apa saja, dari hal terkecil hingga hal yang terberat semua kan terasa ringan. Tidak ada rasa lesu ketika disapa masalah, yang ada sebaliknya. ia akan berteriak semangat. "hai masalah, aku datang untuk belajar dan membantumu pergi dari hidupku!"
buat apa memikirkan masalah,menganggap masalah sebagai beban, hidup sudahlah masalah, having enjoy every problem. Maka MAU TAK MAU semua akan menjadi mau ketika menghadapi masalah.
Ingatlah, bahwa manusia yang lahir, sudah dikodratkan sebagai PEMENANG walau semua itu baru hasil akhir, maka sebagai CALON PEMENANG setiap yang bernyawa kini harus berusaha menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri dan sekitarnya. Karena CALON PEMENANG tidak akan membiarkan dirinya TERJERUMUS dalam hal yang TIDAK JELAS arah dan tujuannya.
Langganan:
Komentar (Atom)