Selasa, 19 Juli 2011

rintihan isi hatiku.. semoga kamu memahami..

“Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki”

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?


Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.


Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.


Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga. Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya. Cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.

jadi..
“PELIHARALAH DIRI DAN JAGA KESUCIAN”

Senin, 06 Juni 2011

gusar

hufttttt,,, gusar, galau gundah, jadi satu!!!

berasa jadi ABABIL! aaarrghh!!!
bisa gak sih minggu ini berjalan tanpa tekanan yang dahsyat..!

slow fam, slow!!!!
ALL IZZ WELL..
arrrghh!!
perduli amat dengan semua!!
paniang! ;( ;( ;(

Simpan janjimu, Akhi!

ku copy catatan ini dengan hati berlinangan air mata.. :'(

Bismillahirrahmanirrahim…
Akhi, bukanku tak mau dengar tiap kata yang merasuk qalbuku,  ku hanya tak sanggup untuk mendengar tiap kali kau unggkapkan kata pemanis hati.
Tapi, tahu kah kau? aku bukanlah wanita yang hanya ingin diperdengarkan kata manis, bukan pula yang diberikan rasa pesakitan yang kau buaikan dalam janji-janjimu. Maka akhi, simpan janjimu sebelum kau halalkan aku.
Akhi, aku memang bukanlah wanita bak aisyah yang pantas diberi sekuntum mawar dengan segala keharumannya. Ku pun tak pantas bila kau puja puji agar hatiku bagaikan air yang tak pernah tenang.
Tapi, tak kupingkiri bila ku bahagia saat kau ungkapkan janjimu yang menggores sebagian hatiku. Bahkan ku pun tak tahu sampai kapan janjimu akan terus kau hadirkan padaku sebelum akhirnya kau tunaikan. Aku hanya takut kau pergi sebelum tertunaikan. Maka, simpan janjimu akhi, sebelum kau halalkan aku.
Akhi, kau tawarkan Planet Venus untukku, meski itu tak mungkin bagimu. Kau tawarkan rembulan bagiku, meski tak sanggup kau merengkuhnya. Janjimu menawarkanku keindahan semesta yang mengagumkan.
Tapi, ku sadari janjimu adalah kerianganku, pelangi hatiku, yang membuatku yakin bahwa kau akan menggenggam dunia untukku. Namun kadang aku pedih, saat tanpa kau sadari bahwa janji-janjimu itu seakan hanya ingin membuaiku untuk mengajakku pada kepalsuan syetan. Maka akhi, simpan janjimu sampai kau halalkan aku.
Akhi, ku tahu janjimu adalah perhatianmu padaku. Kau peduli padaku, kau ingin aku meyakini bahwa kau adalah raja untuk hatiku. Aku pun yakin dengan janjimu, hati siapa yang tidak akan terpaut pada kerinduan panjang untuk segera merangkul janji indahmu.
Tapi, tahu kah kau? aku memang terpesona dengan kegagahan janjimu yang mampu meruntuhkan hijabku. Melemparkan iffah dan izzahku pada jurang terendah hingga ku tak mampu merangkak naik. Maka akhi, simpan janjimu sebelum kau halalkan aku.
***
Sebagian wanita mungkin sudah terbiasa dengan janji-janji sehingga mereka sudah tidak peduli lagi dengan janji. Sedangkan sebagian wanita yang lain mungkin akan menangis bahkan tidak dapat melupakan janji yang terlalu manis yang terlanjur merekat di hati.
Kesalahan banyak wanita terkhususnya muslimah adalah mudah percaya dengan janji dalam hubungan yang biasa disebut ta’aruf, bahkan mereka juga lupa bahwa ta’aruf sering dijadikan ajang para ikhwit untuk menjerat mangsanya.
Maka, perlunya segera disadari bahwa menjaga hati dari hal-hal berbau janji yang tidak pasti, kalau pun janji itu benar adanya maka janji itu tak akan terucap pada para muslimah namun akan terucap pada orangtua mereka.
setiap janji itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS al-Israa’ [17]: 34)
Semoga kita cepat membuka mata hati kita dan menyadarinya.
Wallahua’lam bish shawwab.

from: www.bukanmuslimahbiasa.com

Sabtu, 28 Mei 2011

Aaaaraaggghh, aku merasa hancur ;(

bloger sayang, kemaren sore kan aku ngaji, berangkatnya pengen bawa sepedah, tapi kata ayah suruh bawa motor, yaudah aku bawa mtor, emang aku bilangnya sampe jam 4, tapi aku keinget clu aku ada rapat alumni, yaudah, aku langsung pergi ketempat rapat alumni. Pas baru sampe, baru duduk, aku ditelpon ibuku, ibu bilang clu "motor mau dipake, kamu cepet pulang clu bisa, ibu mau pergi juga", aaarrgh, tapi aku cuma bilang, "uti masih ada rapat alumni ibu, terus gimana?" ibu ngejawab leemes "yaudah, kamu bilang amel biar naik angkot karena ga dijemput!" yaudah bloger, aku ikutin saran ibu.. Tapi blogger.. Aku bener2 ngerasa bersalah, perasaan ga tenag. Pas sampe rumah, aku didiemin ayah, adikku jg ga ada respon, eh pas jam sepuluh, pas aku mau tidur, ibu bilang begini "kamu tadi kemana aja?? Motor harusnya buat jemput adikmu, kasian dia" aku cuma diem, ibu ngomong lagi, "adikmu tadi pulang2 langsung lari kekamar ibu, ibu baru selesai solat maghrib bingung, adikmu langsung meluk ibu kenceng banget, sambil nangis kejer, dia bilang ga mau sekolah lagi, dia mau sekolah clu dipindahin, dia mw cepet2 pindah kepesantren" ibuku dengan nada kecewa bilang clu adikku habis menjadi korban pelecehan seksual, bersyukur adikku tidak jadi korban perkosaan, sdh 2x adikku mengelami hal itu, pertama ia ditunjukkan "kemaluan" laki2, dan yang kedua, yang kemarin.. Ia di kejar oleh laki2 dan "dadanya" dipegng. Ya Allah, aku ngerasa berdosa banget, aku sayang banget sama amel, aku sakit, aku marah dan aku sedih saat aku tahu adikku disakiti dan diperlakukan seperti itu. Ya Allah, aku bertekad, takkan kubiarkan orang menyakiti adikku lagi. Aku akan menjaga dan menyayangi dy dengan lebih baik lagi. Maafin mba uti ya mell. I love you more than you know. ;(

Allah, ku sayang mereka :')

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Dengan menyebut namamu, tuhan yang maha pemurah dan penyayang..

Ya Allah ya illahi rabbi,
tak tega hati lihat ibuku keletijhan,
tak kuat hati melihat ayahku yang se,akin beruban,
dan tak sanggup lagi menghadapi pertengkaran dengan adikku..

Ya rabbi, aku sangaat menghormati ayahku, aku sangat mencintai ibuku dan aku sangat menyayangi adikku..

Tapi kenapa ya Rabb??
Kenapa aku tak sanggup mengatakan, mengungkapkan dan menunjukkan rasa hormat, rasa cinta dan rasa sayng itu pada ayah, ibu dan adik2ku?? Kenapa ya Allah??!!!

Syndrome itu kembali hadior, bayangan itu kembali menghantui, gambaran itu kembali menakutiku, membuatku benci..

Sungguh ya Allah, aku benar2 sayang, cinta dan hormat pada mereka, tapi aku juga tak dapat menunjukkannya baik dengan laku apalagi kata..

Aku seperti batu ya rabb, aku swperti batu bata, yang keras, ingin menjadi penopang, pelindung bagi mereka, namun aku tak mapu untuk bergerak, aku hanya bisa diam dan keras diri.

Ya Rabb, tak ada yang tahu, betapa sangat sangat dan suuaaanguuaaattt sayangnya aku pada mereka, tapi aku hanyalah aku..

Aku tak dapat mengungkapkannya..ya Allah, aku tahu, ayah marah dan kecewa, ibu sedih dan terluka dan adik2ku, merka haus akan panutan..

Aku ingin berubah menjadi pribadi yang baik, semua itu butuh proses ya Allah, tapi mengapa mereka selalu mengkait2kan aku dengan ilmu, dengan agama juga dengan semua yang melekat padaku??

Tak bisakah mereka mengerti aku, padahal aku sudah berusaha menjadi apa yg mreka mau, tapi semua yang aku kerjakan masih bagaikan angin lalu yang tak berbekas..

Ya Allah, ampunillah dosa2 hamba pada siapapun, kapanpun dan dimanapun. Aku tak ingin menjadi penghuni nerakamu ya Rabb. Terimalah doa dan taubat hamba, dan berilah hamba kesabaran juga kelapangan hati dalam menerima semua perlakuan dalam proses perubahan hamba.. Aamin.



Bad girl
Amy

Minggu, 22 Mei 2011

mau takmau semua akan menjadi mau

Hidup adalah masalah, dan masalah adalah bagian dari pada kehidupan..

setiap hembusan nafas merupakan awal atau bahkan bentuk masalah yang telah adauntuk semua yang bernyawa, namun bagaimana masalah itu, sebenarnya tergantung siapa yang memiliki masalah, siapa yang menghadapi masalah,dan bagaimana yang bernyawa iu memandang suatu masalah. Bila maalahdipandang dari cara pandang beban, maka Masalah akan sangat berat dihadapi sejak awal sehingga lebih sulit, jangankan di selesaikan,dihadapi saja sudah pusing. Namun bila masalah dipandang dari sudut pandang ilmu,maka tak akan ada rasa sesal, sedih dan terbebani setiap mengadapi masalah. Setiap yang bernyawa akan berpikiran Positif thinking, mereka akan melihat bahwa didunia ini adalah ladang untuk belajar, apa saja, dari hal terkecil hingga hal yang terberat semua kan terasa ringan. Tidak ada rasa lesu ketika disapa masalah, yang ada sebaliknya. ia akan berteriak semangat. "hai masalah, aku datang untuk belajar dan membantumu pergi dari hidupku!"

buat apa memikirkan masalah,menganggap masalah sebagai beban, hidup sudahlah masalah, having enjoy every problem. Maka MAU TAK MAU semua akan menjadi mau ketika menghadapi masalah.

Ingatlah, bahwa manusia yang lahir, sudah dikodratkan sebagai PEMENANG walau semua itu baru hasil akhir, maka sebagai CALON PEMENANG setiap yang bernyawa kini harus berusaha menjadi yang terbaik untuk dirinya sendiri dan sekitarnya. Karena CALON PEMENANG tidak akan membiarkan dirinya TERJERUMUS dalam hal yang TIDAK JELAS arah dan tujuannya.

SEMANGAT!!! ^_^ 

Selasa, 19 April 2011

yess jadi

ini blog baru w, karena w ga bisa ngedit yng lama, jd'a w bkin ulang! :D